Dalam proses peningkatan keunggulan Sumber Daya Manusia
kompetitif yang berkelanjutan melalui pengembangan employee engagement, organisasi perlu menciptakan iklim yang mengakomodasi spiritualitas tempat kerja. Seorang karyawan yang mengalami dimensi spiritual dari pekerjaannya akan menemukan arti pekerjaan bagi hidupnya dan merasa sebagai anggota masyarakat. Orang seperti itu akan dengan mudah terlibat dalam pekerjaan. Selain menyiapkan ruang khusus untuk pengembangan spiritual yang memotivasi karyawan untuk lebih terlibat, organisasi perlu mengembangkan self-efficacy masing-masing karyawan. Efikasi diri yang tinggi dalam kemampuan terlibat dalam pekerjaan akan memperkuat semua upaya untuk keterikatan karyawan yang lebih baik. Karyawan akan bertahan menghadapi kesulitan dalam pekerjaan, komunikasi antarpribadi, dan batasan sementara organisasi. Walaupun setiap karyawan memiliki caranya sendiri-sendiri untuk mencapai nilai kompatibilitas, organisasi perlu membangun koherensi yang harmonis antara nilai dalam diri seorang karyawan dan budaya organisasi. Para karyawan membutuhkan pelatihan dan sosialisasi yang berkelanjutan untuk memperkuat nilai-nilai yang koheren antara karyawan dan organisasi. Dengan cara ini, baik karyawan maupun organisasi dapat berjalan bersama, termotivasi oleh nilai-nilai kebersamaan mereka.

